![]() |
| Musrenbang 2026: Strategi Percepatan Transformasi Sosial Ekonomi di Mojokerto |
Pemerintah Kabupaten Mojokerto baru saja menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2026 di Pendopo Graha Majatama, dengan tujuan membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat transformasi daerah menuju pusat pemerintahan baru.
Musrenbang ini merupakan langkah penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan tahunan, di mana Bupati mengajak seluruh kepala perangkat daerah untuk proaktif mengusulkan program prioritas yang sejalan dengan kebijakan nasional dan prioritas provinsi. Lima isu strategis yang dipetakan dalam Musrenbang ini meliputi kualitas sumber daya manusia, penanggulangan kemiskinan, penguatan ekonomi dan infrastruktur, reformasi tata kelola pemerintahan, serta mitigasi lingkungan dan bencana.
Dalam upaya mencapai visi daerah yang maju, adil, dan makmur, Pemkab Mojokerto merumuskan empat misi pembangunan yang dikenal sebagai Catur Abhipraya Mubarok. Rancangan tema RKPD Tahun 2026 adalah “Percepatan Transformasi Sosial Ekonomi dan Tata Kelola Pemerintahan Menuju Pusat Pemerintahan Baru yang Berkelanjutan,” yang mencakup penguatan SDM, pengurangan kemiskinan, pemerataan infrastruktur, dan digitalisasi layanan publik.
Musrenbang ini juga menekankan pentingnya menampung aspirasi masyarakat dari berbagai forum, termasuk Musrenbang kecamatan dan masukan dari kelompok rentan. Bupati mengingatkan perangkat daerah untuk merasionalisasi belanja dan memprioritaskan kebutuhan mendesak, serta mengoptimalkan sumber pembiayaan di tengah keterbatasan fiskal.
Dengan hasil Musrenbang yang kuat, Pemerintah Kabupaten Mojokerto optimis dapat mewujudkan pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan menciptakan pusat pemerintahan baru yang berdaya saing.

Post a Comment