Breaking News

Waspada Rekayasa Sosial, Modus Penipuan Digital Kian Merajalela


Jakarta, 14 Juni 2026 - Kejahatan siber berbasis rekayasa sosial (social engineering) kini semakin mengkhawatirkan masyarakat Indonesia. Praktik manipulasi psikologis ini dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab dengan tujuan mengelabui korban agar secara sukarela membocorkan data pribadi atau informasi sensitif seperti password, nomor kartu kredit, hingga kode OTP (One Time Password).

Pelaku biasanya melancarkan aksinya melalui telepon, pesan singkat, e-mail, maupun media sosial. Dengan menyamar sebagai pihak berwenang, seperti petugas bank, kurir paket, atau bahkan kerabat dekat, pelaku menciptakan situasi mendesak atau menawarkan hadiah palsu untuk memicu kepanikan atau ketergesa-gesaan korban.

Para ahli keamanan siber menekankan bahwa kunci utama keberhasilan rekayasa sosial terletak pada kelemahan manusia, bukan sekadar kecanggihan teknologi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menjaga kerahasiaan data pribadi, tidak mudah percaya pada pesan dari nomor tidak dikenal, dan selalu melakukan verifikasi ulang langsung ke saluran resmi perusahaan atau instansi terkait.

Langkah preventif seperti mengaktifkan autentikasi dua faktor (Two-Factor Authentication) dan tidak sembarangan mengeklik tautan (link) asing menjadi cara efektif untuk membentengi diri dari ancaman kejahatan siber yang kian beragam modusnya ini.


0 Comments

Type and hit Enter to search

Close